AGAM - Upaya strategis terus digalakkan oleh PT Jasa Raharja Cabang Bukittinggi untuk memastikan setiap warga Kabupaten Agam tertib dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang komprehensif, sekaligus memperkenalkan kemudahan aplikasi SIGNAL kepada para petugas pengantar Surat Pemberitahuan Belum Daftar Ulang (BDU) PKB di wilayah tersebut.
Acara penting ini berlangsung pada Selasa, 14 April 2026, di Kantor Kecamatan Pakan Kamis, Kabupaten Agam. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pimpinan yang membawahi Samsat Bukittinggi, termasuk Kepala PT Jasa Raharja Cabang Bukittinggi selaku Penanggung Jawab Samsat Bukittinggi, Kepala UPTD Samsat Bukittinggi, serta perwakilan penting dari Bagian Pajak Daerah Bapenda Kabupaten Agam.
Inti dari pertemuan ini adalah mempererat sinergi di antara para pemangku kepentingan Samsat, demi terwujudnya penerimaan PKB dan SWDKLLJ yang optimal. Peningkatan efektivitas penyampaian Surat Pemberitahuan Belum Daftar Ulang kepada masyarakat wajib pajak menjadi fokus utama, memastikan tidak ada lagi yang terlewat dalam kewajiban finansial ini.
Selain pondasi kerja sama yang diperkuat, momen ini juga dimanfaatkan untuk mengedukasi para petugas tentang aplikasi SIGNAL. Platform digital nasional Samsat ini dirancang untuk memberikan kemudahan luar biasa bagi masyarakat, memungkinkan pengesahan STNK tahunan serta pembayaran PKB dan SWDKLLJ secara daring, tanpa perlu repot-repot mendatangi kantor Samsat.
Dalam sesi pengarahan yang hangat, para petugas pengantar surat pemberitahuan tunggakan pajak diingatkan untuk menjalankan tugasnya dengan pendekatan yang santun, persuasif, dan mencerahkan. Tujuannya jelas, yaitu menumbuhkan kesadaran mendalam di hati para wajib pajak agar segera menunaikan kewajiban mereka.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Barat, Teguh Afrianto, menekankan pentingnya penguatan peran petugas lapangan sebagai garda terdepan. Ia mengakui bahwa interaksi langsung dengan masyarakat adalah kunci utama dalam membangun kepatuhan.

Updates.