Agam — Anggota DPRD Kabupaten Agam, Syafril, SE Dt. Rajo Api, mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Agam untuk segera melakukan pembelian armada pemadam kebakaran (Damkar) yang baru serta menyediakan stok bahan bakar minyak (BBM) cadangan untuk kebutuhan operasional selama satu bulan.
Usulan tersebut disampaikan Syafril menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Agam, di antaranya kondisi armada yang sudah tua serta banyak unit yang mengalami kerusakan.
“Kita melihat kondisi armada Damkar saat ini sudah cukup memprihatinkan. Banyak yang sudah tua dan tidak sedikit yang rusak, sehingga menghambat penanganan kebakaran di lapangan, ” ujar Syafril, Jumat (3/04/2026) melalui WhatsApp.

Ia mendorong agar pada tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Agam dapat mengalokasikan anggaran melalui perubahan APBD untuk pengadaan armada Damkar baru. Selain itu, pada tahun anggaran berikutnya, diharapkan pengadaan mobil pemadam kebakaran dapat terus dilakukan secara bertahap.
“Kalau memungkinkan, di perubahan anggaran tahun ini sudah bisa dilakukan pembelian satu unit mobil Damkar baru. Ke depan, setiap tahun harus ada penambahan armada, ” tegasnya.
Selain pengadaan armada, Syafril juga menyoroti pentingnya ketersediaan BBM sebagai faktor vital dalam operasional pemadaman kebakaran. Ia mengusulkan agar Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Agam memiliki stok atau cadangan BBM minimal untuk kebutuhan satu bulan.
“Stok BBM ini penting, agar ketika terjadi kelangkaan bahan bakar, operasional Damkar tidak terganggu. Jangan sampai saat terjadi kebakaran, armada tidak bisa bergerak karena kehabisan BBM, ” ungkapnya.
Usulan ini, lanjut Syafril, merupakan langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak kembali terulang, seperti peristiwa kebakaran yang terjadi di Jorong Ateh, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Tanjung Raya.
Dalam kejadian tersebut, rumah milik Murniati (62) dilaporkan terbakar, namun respons pemadaman mengalami kendala serius. Dua unit mobil Damkar dilaporkan dalam kondisi rusak, sementara dua unit lainnya kehabisan bahan bakar, sehingga armada pemadam kebakaran baru tiba di lokasi sekitar tiga jam setelah kejadian.
“Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Dengan armada yang layak dan stok BBM yang cukup, tentu respons penanganan kebakaran bisa lebih cepat dan maksimal, ” pungkasnya.
Editor : Indos

Updates.