AGAM – Dampak bencana banjir bandang, galodo, dan longsor yang menghantam sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam terus meluas. Hingga Sabtu, 29 November 2025 pukul 14.00 WIB, Posko Tanggap Darurat melaporkan 76 korban meninggal dunia dan 80 orang masih dalam pencarian.
Data sebaran korban meninggal tersebar di Kecamatan Malalak, Palembayan, Matur, Tanjung Raya, serta Palupuh. Palembayan menjadi wilayah dengan jumlah korban tertinggi, terutama di Nagari Koto Alam, Koto Panjang, Koto Panjang Timur, dan Subarang Aia. Sementara itu, lima korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Selain korban meninggal, sebanyak 80 warga dilaporkan belum ditemukan. Wilayah Subarang Aia menjadi lokasi dengan jumlah pencarian terbanyak mencapai 50 orang, disusul Koto Panjang, Koto Panjang Timur, Koto Alam, Malalak, dan Tanjung Raya.
Di sisi lain, jumlah pengungsi mencapai 4.743 jiwa, tersebar di 12 kecamatan. Kecamatan Tanjung Raya mencatat pengungsi terbanyak, yaitu 1.129 jiwa, disusul Tanjung Mutiara dengan 965 jiwa dan Kecamatan IV Koto dengan 778 jiwa.
Kerusakan bangunan yang terdampak juga sangat besar. Sebanyak 468 rumah rusak ringan, 26 rumah rusak sedang, dan 49 rumah rusak berat, dengan total estimasi kerugian mencapai Rp 13, 9 miliar. Di sektor pendidikan, 55 sekolah terdampak dengan nilai kerugian Rp 705 juta. Infrastruktur irigasi rusak di 11 titik.
Bidang pertanian juga mengalami kerusakan signifikan. Lahan seluas 555, 76 hektare terdampak, dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp 5, 4 miliar. Sementara sektor peternakan mengalami kerugian Rp 50, 5 juta.
Kerusakan fasilitas usaha turut memperparah kondisi warga. Di Banuhampu, satu kedai dan satu garasi rusak, sementara di Tanjung Raya fasilitas kolam ikan, café, dan kolam renang ikut tergerus banjir. Palupuh mencatat satu kedai rusak berat karena longsor.
Sektor perikanan juga mengalami kerugian besar. Di Nagari Paninjauan, Tanjung Raya, tercatat 4, 6 juta benih ikan mati dengan estimasi kerugian lebih dari Rp 462 juta. Kerusakan kolam dan lahan perikanan terjadi di beberapa titik seperti Duo Koto, Koto Malintang, hingga Pasia Paneh.
Kerusakan infrastruktur lainnya meliputi jalan sepanjang 2.801 meter dengan estimasi kerugian Rp 3, 45 miliar, kerusakan dua jembatan di Kecamatan Tanjung Raya senilai Rp 700 juta, serta kerusakan sarana PAMSIMAS sepanjang 6.780 meter dengan total kerugian Rp 1 miliar. Pada sektor PSDA, kerugian tercatat mencapai Rp 19, 08 miliar.
Data ini bersifat sementara dan akan diperbaharui berdasarkan perkembangan pencarian serta pendataan lanjutan di lapangan. Pemerintah Kabupaten Agam bersama BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi, pencarian korban, serta pemulihan sarana terdampak.(**)

Updates.