Air Naik di Tengah Malam, Isak Tangis Pecah Saat Bupati Agam Datang ke Lurah Dalam

    Air Naik di Tengah Malam, Isak Tangis Pecah Saat Bupati Agam Datang ke Lurah Dalam
    Bupati Agam Benni Warlis, MM Datuk Tan Batuah, bersama tim di Lurah Dalam

    Palupuh, -Hujan yang turun tanpa henti sejak Selasa dini hari itu awalnya hanya dianggap biasa oleh warga Jorong Lurah Dalam, Palupuh. Namun menjelang subuh, gemuruh air dari arah hulu berubah menjadi kecemasan. Sungai Talang yang biasanya jinak mendadak mengamuk—meluap, menyeret lumpur, dan menghantam apa saja yang dilewatinya.

    Dalam hitungan jam, kampung kecil yang tenang itu berubah menjadi kolam besar. Rumah-rumah warga terendam, sebagian roboh, dua di antaranya hanyut dibawa arus. Listrik padam. Jalan utama putus. Warga terisolasi sepenuhnya.

    “Sepanjang malam kami tak tidur. Kami berjaga, lihat air makin naik, ” cerita Makmur Pakiah Naro, salah seorang warga yang kini mengungsi di Bukittinggi. Suaranya bergetar ketika mengenang ketakutan malam itu. “Kami tak bisa menghubungi siapa-siapa. Rasanya seperti hilang harapan.”

    Pagi yang Sunyi, Warga Terpaku Menatap Rumah yang Hilang

    Rabu pagi (26/11/2025), ketika hujan mulai mereda, warga hanya bisa berdiri terpaku menatap kampung mereka yang luluh lantak. Lumpur menutup halaman, perabotan hanyut, sawah rusak, dan sisa-sisa banjir menempel pada dinding rumah yang masih tersisa.

    “Seolah-olah tak ada yang peduli dengan kami, ” lirih seorang ibu sambil menyeka air mata.

    Isak Tangis Warga Pecah Ketika Bupati Tiba

    Sekitar pukul 10.00 WIB, suara deru kendaraan rombongan memasuki kawasan itu. Warga spontan berkerumun di tepi jalan setapak yang masih bisa dilewati. Ketika Bupati Agam Benni Warlis, MM Datuk Tan Batuah, turun dari kendaraan, beberapa warga tak mampu menahan tangis. Ada rasa lega, seakan seseorang akhirnya hadir melihat derita mereka secara langsung.

    Bupati datang bersama Kalaksa BPBD Agam Rahmad Laksmono serta personel TNI dan Polri. Tanpa banyak protokoler, ia langsung menghampiri warga dan berdialog di tengah lumpur yang masih basah.

    Di awal pertemuan, ia mengutip Surat Al-Baqarah ayat 155 untuk menenangkan warga.
    "Sungguh Allah akan menguji kamu dengan rasa takut, kelaparan, dan kekurangan jiwa. Dan berilah kabar gembira bagi orang yang bersabar, " tuturnya.

    “Ini ujian. Kita harus tetap kuat dan saling membantu, ” ujar Benni Warlis dengan suara lembut.

    Penanganan Terkendala Putusnya Jalan Utama

    Bupati menjelaskan bahwa penanganan menggunakan alat berat belum bisa dilakukan karena akses jalan ke Lurah Dalam dan Sungai Talang terputus total. Namun ia memastikan langkah cepat tetap dilakukan.

    “Kami akan menerjunkan anggota BPBD untuk membuka aliran sungai yang tersendat secara manual dengan alat seperti sinsaw dan lainnya, ” kata Bupati. “Kami berharap masyarakat ikut membantu.”

    Untuk akses jalan yang terputus akibat luapan sungai, pemerintah daerah menunggu izin pemilik sawah guna membuka jalur alternatif sementara.
    “Saya minta Kepala Jorong segera mengurus lahan yang digunakan untuk jalan darurat ini, ” tegasnya.

    Dapur Umum Berbasis Suku, Pemerintah Suplai Kebutuhan

    Memahami kondisi warga yang terisolasi dan kesulitan pangan, Bupati memerintahkan pendirian dapur umum berbasis suku.
    “Pemerintah akan menyuplai semua kebutuhan dapur umum agar masyarakat bisa tetap aman dan memperoleh makanan yang cukup, ” katanya.

    Kerugian Warga Didata, Sawah dan Rumah Rusak

    Bupati juga meminta Dinas Pertanian untuk mendata kerusakan lahan pertanian warga. Hujan deras tidak hanya merendam rumah, tetapi juga merusak sawah yang selama ini menjadi sumber penghasilan masyarakat.

    Data sementara mencatat 14 rumah terdampak, dua di antaranya hanyut tersapu banjir, yaitu rumah milik Idar dan Imel. Berikut daftar rumah yang terdampak:

    1. Kak Nani


    2. Kak Atun


    3. Kak Suma


    4. Kari Imek/Upiak


    5. Upik/Malin


    6. Ema


    7. Idar (hanyut)


    8. Imel (hanyut)


    9. Dt. Panjang


    10. Enek Nian


    11. Tuangku Mudo


    12. Nek Iman


    13. Nek Rabik


    14. Ica


    15. Ilen

    Seruan Warga: “Jangan Tunggu Ada Korban Jiwa”

    Sebagian warga yang berhasil keluar dari lokasi banjir berharap pemerintah daerah bergerak lebih cepat. Makmur Pakiah Naro memohon agar bantuan segera sampai ke kampungnya.

    Mohon bantu kami, Pak Bupati. Jangan tunggu dulu ada korban jiwa baru pejabat datang. Kami terisolasi dikepung banjir, pintanya sambil menahan tangis.


    Pewarta: Jon Indra/Linda Sari

    agam sumatera barat
    Linda Sari

    Linda Sari

    Artikel Sebelumnya

    Longsor Tutup Akses Jalan Simpang Muko-Muko...

    Artikel Berikutnya

    Pesan Paling Mahal yang Ditinggalkan Setiap...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    777 Warga Terdampak Banjir di Sumbar Dapat Layanan Kesehatan Gratis dari Biddokkes Polda Sumbar
    Dapur Umum Posko Aia Dingin Siapkan Makanan untuk Warga Terdampak Banjir
    Titiek Soeharto Kunjungi Dapur Umum Posko V Polda Sumbar, Tinjau Penyaluran Bantuan Pangan untuk Korban Bencana
    TNI Distribusikan 14.225 Nasi Bungkus untuk Warga Terdampak Banjir di Medan
    Kerahkan 21.707 Personel dan Beragam Alutsista, TNI AD Perkuat Bantuan Kemanusiaan di Sumatera

    Ikuti Kami